Berita Kriminalitas, Menenteramkan atau Meresahkan?
Keamanan, ketertiban dan ketenteraman masyarakat merupakan salah satu tujuan pembangunan. Mustahil tujuan pembangunan lainnya dapat berjalan tanpa ditunjang ketenteraman dalam lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal. Lantas bagaimana peran media informasi kriminalitas?
Rasa tenteram dapat diukur dengan melihat jumlah kejahatan, kebakaran dan kecelakaan lalu lintas. Asumsinya, semakin kecil jumlah kejahatan atau pelanggaran hukum, kebakaran dan kecelakaan lalu lintas, akan memberikan rasa tenteram pada masyarakat secara umum.
Demikian pendapat Tri Yuniwati, S.IP, aktifis Lembaga Studi Sosial dan Keamanan SOSECare Mataram, saat diminta tanggapan seputar peran media dalam menyebarluaskan informasi masalah kriminal dan keamanan.
Tri mengungkapkan, pada kenyataannya berbagai macam jenis kejahatan banyak terjadi di wilayah ini. Tindak kejahatan yang umumnya dikeluhkan masyarakat adalah jenis kejahatan seperti pencurian ringan biasa/copet, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pemerasan, penipuan, penganiayaan berat dan pencurian kendaraan bermotor.
Dari catatannya, angka kejahatan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan, karena kesulitan ekonomi yang semakin terasa sebagai dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan, mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Hal ini tidak dapat ditutup-tutupi, justru pemerintah dituntut untuk lebih keras lagi dalam upaya menjaga keamanan lingkungan.
Demikian pula masyarakat, sebaiknya tidak terpancing tindak kejahatan atau provokasi yang memancing emosi, sehingga mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan. “So, at last every body happy, pemerintah tidak lagi khawatir investor lari dan wisatawan tidak mau datang, masyarakat pun juga bisa tidur nyenyak karena merasa aman,” paparnya.
Tri menyambut baik upaya media massa, baik cetak maupun elektronik ikut menyebarluaskan informasi-informasi yang bersifat kriminal kepada masyarakat. “Kita harapkan ini dapat menjadi jalan bagi upaya mengakselerasi peningkatan kesadaran dan kepatuhan hukum, serta masyarakat juga akan paham bahwa peransertanya sangat dibutuhkan dalam upaya penegakan hukum, sehingga apa yang dilakukan pemerintah dalam rangka penegakan hukum, keamanan dan ketertiban serta penumbuhan rasa aman warga masyarakat dapat berjalan baik,” jelasnya.
Tri juga mengharapkan agar pemberitaan kriminal dilakukan secara mendalam, tuntas dan mencakup segala aspek keamanan dan moral. “Itulah kontribusi yang dapat dilakukan media demi terpeliharanya keamanan nasional, namun tentunya dengan memperhatikan karakteristik, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Sementara ditempat terpisah, Garry, seorang Warga Negara Kanada yang berdomisili di kawasan Senggigi, saat diminta pendapatnya mengenai hal ini menyatakan, dirinya sangat berterima kasih dengan adanya berita-berita kriminal yang dimuat media, karena dengan demikian dia bisa lebih waspada. “Saya tidak melihat itu sebagai hal yang menakutkan, namun itu bisa menjadi early warning,” ujarnya.
Hal senada dilontarkan Christian Ferry, seorang pebisnis dari Surabaya yang ditemui di Bandara Selaparang saat menanti keberangkatan pesawatnya ke Surabaya. “Kita memang perhatikan masalah keamanan, dan dengan adanya informasi media, dapat diketahui bagaimana situasi dan kondisi sebenarnya, dengan begitu kami bisa menjalankan bisnis dengan tenang,” ujarnya. Dirinya juga mengharapkan agar media selalu menyajikan beritanya sesuai fakta, berimbang dan menghormati HAM.
Lain pula yang disampaikan oleh Reni (40), seorang ibu rumah tangga di kawasan Pejeruk, kecamatan Ampenan. Ia menyatakan adanya tayangan berita kriminal, bisa menjadi bekal dirinya dalam mengasuh dan mendidik anak. “Saya ikuti terus berita-berita ini terutama yang melibatkan remaja, agar dapat saya antisipasi dan jadi bahan wejangan pada dua anak saya yang masih ABG, supaya tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan