Menggagas Intelijen yang Efektif (1)
Komunitas intelijen Indonesia menghadapi tantangan besar. Termasuk merosot drastisnya rasa percaya diri atas kemampuan melaksanakan misi secara kompeten dan legal. Salahsatu konsekuensinya, anggapan bahwa reformasi kebijakan dan kemampuan intelijen tidak akan dan dapat dilakukan hanya oleh komunitas intelijen itu sendiri. Bagian lain sistem dan institusi pemerintah maupun legislatif pasti akan terlibat.
Hal ini tidak sepenuhnya benar. Bagaimanapun, komunitas intelijen telah berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan pascareformasi. Komunitas juga berhasrat menyajikan informasi yang berguna dan dapat dipercaya pada konsumennya. Sejumlah perubahan memang perlu dilakukan, namun tentunya tanpa menciptakan lebih banyak masalah ketimbang pemecahannya, yang dampaknya dapat melemahkan instrumen penting keamanan nasional Indonesia.
Berakhirnya Orde Baru ternyata tidak serta-merta menghadirkan kedamaian dan keamanan. Kebutuhan akan intelijen juga tidak begitu saja tergantikan oleh sumber baru dari informasi yang terbuka. Intelijen tetap merupakan hal yang penting, begitupun kemampuan negara untuk menyelenggarakannya (mengumpulkan informasi, menghasilkan analisa yang akurat dan bermanfaat, serta menyebarkannya pada konsumen). Namun rupanya, memahami kenyataan bahwa sasaran, tujuan dan kemampuan pengacau keamanan, teroris, kelompok-kelompok radikal (kiri, kanan, dan lain-lain), dan kelompok-kelompok separatis, perkembangan fasilitas yang dimilikinya, pemetaan potensi militer yang mereka miliki dan sumber-sumbernya, hanya dapat diidentifikasi, dimonitor, dan diukur melalui intelijen.
Pengangguran yang besar sebagai akibat “keuntungan perdamaian” dalam wilayah intelijen tidaklah disukai. Meskipun memang seharusnya ada kesempatan untuk menyimpan -mengurangi kelebihan sumber daya didalam dan diantara badan-badan, pengenalan efisiensi, pengendalian yang baik atas pelaksanaan tugas, mengurangi perhatian pada hal-hal yang sebenarnya menjadi tugas badan pemerintah lainnya atau penegak hukum- sistem yang modern untuk pengumpulan informasi tetaplah mahal. Apalagi, kebutuhan untuk mengumpulkan dan menilai informasi pada wilayah tugas yang luas tidak hilang, Intelijen yang akurat secara signifikan meningkatkan efektivitas diplomatik dan gerakan militer, meski intelijen yang baik tidak menjamin akan menghasilkan kebijakan yang baik, intelijen yang lemah secara terus menerus akan menghasilkan kebijakan yang salah. Pemerintah harus melanjutkan untuk menemukan sumber daya yang signifikan jika Indonesia menginginkan kemampuan Intelijen yang signifikan.
Tujuan akhir intelijen Indonesia adalah untuk meningkatkan keamanan nasional Indonesia dengan memberi informasi yang akurat kepada pembuat kebijakan dan mendukung operasi militer maupun keamanan dalam negeri. Terhadap tujuan akhir ini, salah satu fungsi yang paling penting dari komunitas intelijen adalah menyediakan kumpulan analisis dari semua sumber yang mungkin (baik terbuka maupun rahasia) dan menyajikannya secara tepat waktu dan dalam bentuk yang bermanfaat. Hanya komunitas intelijenlah yang dapat melakukan fungsi pokok ini.
Terakhir, adalah penting untuk tetap memandang bahwa tidak ada penataan ulang atau pengaturan apapun yang dapat mengganti kerugian yang diakibatkan oleh kepemimpinan yang jelek. Jadi yang harus dilakukan oleh para pejabat senior baik saat ini maupun masa depan dari komunitas intelijen adalah memberikan prioritas pada pengembangan keterampilan manajemen dan pengembangan budaya dimana prestasi dihargai, bakat dikembangkan, kualitas dinilai, pengambilan resiko yang sah didorong dan ketaatan pada hukum tidak diragukan lagi.

Tinggalkan Balasan